<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://hendranuraulia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hendranuraulia.wordpress.com</link>
	<description>bangkitlah! harapan itu akan terus ada</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2009 07:44:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hendranuraulia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hendranuraulia.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hendranuraulia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>The Wisdom of Women</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/08/26/the-wisdom-of-womenazizah-ibunda-meila/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/08/26/the-wisdom-of-womenazizah-ibunda-meila/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Azizah Ibunda Meila, Mahasiswi yang Wafat di Tengah Semangatnya Berdakwah : “Surat Wasiatnya Ditemukan Beberapa Jam Pasca Kecelakaan Maut” “Sewaktu membuka penutup jenazah, saya merasa ada wangi tertentu, namun saya tidak tahu itu wangi apa.” ROfiqo Meila sari, anak saya yang ketiga dari lima bersaudara, lahir tanggal 18 Mei 1987. Pada anak-anak saya itu, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=320&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hendranuraulia.files.wordpress.com/2009/08/kado-ramadhan1.jpg?w=131&#038;h=94" alt="Kado ramadhan" title="Kado ramadhan" width="131" height="94" class="alignleft size-full wp-image-327" />Azizah Ibunda Meila, Mahasiswi yang Wafat di Tengah Semangatnya Berdakwah :<br />
“Surat Wasiatnya Ditemukan Beberapa Jam Pasca Kecelakaan Maut”<br />
“Sewaktu membuka penutup jenazah, saya merasa ada wangi tertentu, namun saya tidak tahu itu wangi apa.”</p>
<p>ROfiqo Meila sari, anak saya yang ketiga dari lima bersaudara, lahir tanggal 18 Mei 1987. Pada anak-anak saya itu, saya menyimpan harapan yang sama, yakni mereka mencapai pemahaman agama yang baik dan meningkat terus. Pada anak-anak, saya lebih banyak mencontohkan untuk dekat pada agama melalui perbuatan sehari-hari. Misalnya, dengan melihat orang tuanya shalat malam, shalat dhuha dan puasa sunah, anak-anak pun akan ingin melakukannya, setelah mengetahui kebaikan di balik ibadah-ibadah itu.<br />
	Tapi ternyata yang paling kelihatan amat dekat dengan agama adalah Meila, dialah yang rajin dan konsisten melakukan shalat malam, shalat dhuha, puasa Nabi Daud, puasa sunah Senin dan Kamis dan lainnya. Di bulan Ramadhan terutama Ramadhan lalu, dia jarang berada di rumah karena I’tikaf di masjid. Saat saya tanyakan, mengapa sampai demikian giat beri’tikaf, dia menjawab bahwa dia ingin memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan beribadah di bulan yang penuh keberkahan itu, apalagi kesempatan untuk beribadah di bulan itu akan datang lagi atau tidak, kita kan tidak tahu.<br />
	 <span id="more-320"></span> Banyak kebaikan dan keunikan Meila yang saya rasakan. Dengan cara yang lembut, sambil meminta maaf, menasehati saya. Dan saya memperlihatkan pendapat-pendapatnya, karena saya melihat kepribadian yang cukup matang  dan bertanggung-jawab. Terhadap saudara-saudaranya Meila juga perhatian. Bagi kami, Meila adalah pelita keluarga (terdiam).<br />
	Saya bahagia dan hati saya tenang, karena meski dia masih muda, namun saya bisa mempercayainya. Hingga saya yang lebih banak berpesan dan mewanti-wanti pada adik-adiknya. Kalau adiknya meminta ijin mendatangi suatu tempat, saya banyak berpesan, jangan pulang terlambat, jangan main dulu setelah acara selesai. Kalau dengan Meila, saya tidak melakukan itu saya mempercayainya dan yakin dengan apa-apa yang dia lakukan. Saya mengetahui kepribadian dan akhlaknya sehari-hari.<br />
	Ketika membaca buku harian Meila setelah kepergiannya, saya terenyuh. Di buku itu dia mempertanyakan “perbedaan” perlakuan itu. Dia menulis mengapa kalau adiknya pergi selalu dikomentari, sedangkan dia tidak. Rupanya dia mempunyai perasaan lain yang dia tuangkan dalam buku itu. Saya sedih saat membacanya. Saya menangis. Ya Alla tidak ada maksud seperti itu. Saya berdo’a, “Meila, maafkan Mama kalau kamu mempunyai perasaan itu. Tapi itu karena Mama sangat percaya pada Meila.”<br />
	Meila itu remaha yang gemar sekali dengan kegiatan dakwah. Mushala di samping rumah kami (mushala yang didirikan oleh keluarga) dia juga yang meramaikan. Tiap malam Jum’at daia mengajak anak-anak muda untuk pengajian. Bersama teman-temannya, dia mengadakan kursus cara memandikan jenazah, pengobatan gratis dan lainnya.<br />
	Dua tahun lalu, di mushala itu dia membuka TPA untuk anak balita. Meski di kampusnya (Meila kuliah di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah) dia sibuk ikut Lembaga Dakwah Kampus dan kerap mengadakan kegiatan, tapi untuk TPA itu dia juga terjun total (TPA itu menampung 30-an anak). Saya sempat khawatir dan bertanya apa dia tidak terlalu lelah. Tapi dia bilang bahwa anak-anak inilah nantinya yang jadi generasi penerus, dan karena mereka masih sangat muda, masih seperti kertas putih, justru mereka lah yang sangat perlu diperhatikan.<br />
	Terhadap anak kecil, dia memang sayang sekali. Terhadap adiknya, keponakan, anak-anak tetangga, dia perhatian sekali. Terhadap adik-adik tirinya (Azizah menikah kembali tahun 2007, setelah suaminya wafat enam tahun lalu), dia sering menyakan, sudah membuat peer belum, sudah belajar belum dan lainnya. Kalau pulang kuliah atau pulang dari berbagai kegiatan lain, dia selalu menyanyakan adik-adik tirinya. Pada adiknya yang sudah remaja, dia sering menasehati, termasuk menasehati adiknya untuk berjilbab. Ketika adiknya kemudian berjilbab, saya menanyakan sebabnya. Selain karena dorongan hati, juga karena ingin mencontoh kakaknya.<br />
	Kini adiknya dan seorang teman Meila yang meneruskan mengajar di TPA (tiap hari, sebelum memulai mengajar di TPA pasca kepergian Meila, adiknya mengajak murid-murid untuk berdoa bagi Meila). Memang di pagi hari saat kepergiannya (Rabu, 14 Mei 2008), sebelum berangkat Meila mengatakan pada adik dan kakakanya di rumah, “Kalau Meila tidak pulang, tolong TPA diteruskan, jangan sampai berhenti ya kegiatannya.” Saudaranya menduga, maksudnya akan menginap karena sedang sibuk menyiapkan suatu acara. Ternyata dia benar-benar tidak akan pulang (terdiam).<br />
	Saat Meila berangkat di hari terakhir itu, saya sudah lebih dulu pergi ke sekolah (Azizah mengajar agama di salah satu SD Negeri di Pondok Pinang). Sedangkan Meila biasanya  berangkat setelah shalat dhuha dulu di rumah. Sebelum shubuh, salah seorang saudaranya melihat Meila makan sahur. Dugaan saya, hari itu dia sedang berpuasa nabi Daud.<br />
	Kabar yang saya dengar, hari Rabu (14 Mei 2008) itu, dengan diboncengkan motor oleh teman perempuannya, Meila membawa proposal untuk pencarian dana acara dakwah di kampus hingga ke kawasan Depok. Tapi saya juga mendengar kabar lain, bahwa dia ke Depok untuk mengajuka lamaran menjadi asisten dosen di Universitas Indonesia. Pagi jam sepuluh itu, motor yang ditumpangi meila terserempet mogbil yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya meila terpental hingga masuk ke bawah mobil (terdiam). Ketika ditemukan, dia sudah meninggal di tempat (terdiam). Sedangkan temannya mengalami luka-luka, dan berasama jenazah Meila, segera dilarikan ke rumah sakit di Depok.<br />
	Saat mendengar kabar kecelakaan itu, saya tidak diberitahu bahwa Meila sudah meninggal. Ketika menuju rumah sakit, saya berujar pada adik saya yang menyetir mobil, cepat, cepat, saya mau melihat anak saya (terdiam). Tiba di rumah sakit, saya melihat tubuh Meila ditutup kain semuanya, dari kepala sampai kakinya. Saya hanya bisa berdzikir, saya mengucapkan innalillaahi wainna ilaihi raaji’uun, saya mengingatkan diri saya, bahwa Allah lebih saying pada anak saya. Saya sangat saying pada Meila, tapi Allah lebih saying padanya. Saya harus ikhlas (terdiam). Itulah yang menguatkan saya. Kalau tidak banyak mengingat Allah, entah apa jadinya (terdiam).<br />
	Saat membuka kain yang menutupi wajahnya, subhanallah, saya melihat matanya tertutup rapat dan wajahnya menghadap ke kanan. Ketika saya memperhatikan tubuhnya, subhanallah, tidak ada darah sama sekali. Jenazah itu bersih. Saya hamper tidak percaya melihatnya, tapi itulah yang terjadi. Ada luka dikakinya yang membuat tulangnya tampak, namun tetap tidak mengeluarkan darah. Polisi lalu lintas yang membawa jenazah Meila juga berujar, baru saat itulah ia menemukan jenazah korban kecelakaan lalu lintas yang tidak ada darah sama sekali di tubuhnya (terdiam).<br />
	Sewaktu membuka penutup jenazah, saya merasa ada wangi tertentu, namun saya tidak tahu itu wangi apa (Seorang teman Meila menuliskan dalam catatan kenangan tentang Meila. Menurutnya, di saat kecelakaan terjadi, dalam ruangan kelas tempat Meila biasa melakukan kegiatan, tercium wangi yang tidak dikenali oleh seorangpun di ruangan itu).<br />
	Banyak kemudahan dalam prose situ. Bahkan polisi yang bertugas saat kecelakaan terjadi, di luar dugaan, adalah tetangga yang memang berprofesi sebagai polisi. Ketika kecelakaan terjadi dan ia mencari tanda keterangan diri dalam tas Meila, ia kaget saat membaca alamat Meila. Sehingga kabar pada keluarga pu lebih cepat sampai. Dan polisi itulah yang terus membantu kami, mulai dari pemulangan jenazah Meila dari rumah sakit hingga hal-hal lainnya.<br />
	Kemudian juga terjadi ketika akan memakamkan almarhumah. Saat itu kamu diberitahu bahwa tanah perkuburan didaerah Gandaria adalah tanah yang keras, yang tidak mudah untuk digali. Tiga orang penggali kuburnya mengarakan, makam yang digali sore hari itu, diperkirakan baru akan selesai jam sebelah malam atau labih, karena kondisi tanahnya. Akhirnya kami memutuskan untuk memakamkan almarhumah esok paginya saja. Namun jam tujuh malam, tiba-tiba kam ditelepon. Kata pihak TPU, terjadi keanehan, karena tidak seperti biasanya tanah di sana terasa gembur saat digali. Jadi penggalian itu jam tujuh malam sudah selesai. Kami merasa itu suatu kemudahan  yang Allah berikan.<br />
	Tanpa kami ketahui, pada tanggal 1 April 2008 Meila ternyata menuliskan wasiat di selembar kertas yang disimpan dalam dompetnya. Di malam hari setelah kecelakaan terjadi barulah pamannya menemukan surat itu, ketika melihat satu persatu  isi tas Meila. Dalam dompetnya, selain foto almarhum nenek dan ayahnya, juga ditemukan surat itu. (Dalam surat wasiat itu tertulis, “Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Bismillaahirrahmanirrahim. Jakarta, 1 April 2008/24 Rabiul Awwal 1428H. saya yang bernama Rofiqo Meila Sari berWASIAT. 1. Saya ingin merenovasi kuburan Bapak Nurhasan, ayahanda tercintaku dengan bunga dan rumput. Serta aku ingin buatkan kaligrafi yang kubuat sendiri. 2. Meramaikan musholla dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. 3. Barang-barang Meila seperti buku-buku, baju, sepatu, tas, dll yang masih layak pakai untuk diberikan kepada sanak saudara yang membutuhkan (khususnya yang sudah yatim piatu dan fakir miskin), baru untuk orang lain. 4. Organ-organ atau jasadiyah Meila yang masih/dapat digunakan untuk orang lain yang membutuhkan tetapi harus seorang hamba Allah yang beriman lagi taat. 5. Kalau seandainya bisa, saya ingin dimakamkan disebelah makam ayahandaku. 6. Jika saya memiliki harta lebih  50%-nya untuk pembangunan masjid, kegiatan-kegiatan dakwah, santunan yatim piatu, atau lainnya yang dapat membawa kemaslahatan ummat. 7. Untuk saudara/saudariku tolong sayangi Mama dan saling sayang-menyayangi, kumunikatif, watashaubil haq watawashaubishabr. 8. Tolong kirimkan do’a terbaikmu untukku yang telah dahulu. Salam Cinta. Rofiqo Meila Sari.”)<br />
	Membaca surat wasiat itu, kami terkesima, subhanallah, dia tentu tidak mengetahui bahwa sebulan kemudian akan mengalami kejadian itu (terdiam). Namun atas kuasa Allah, dia terdorong untuk menuliskannya. Surat itu juga menunjukkan sifat Meila yang lain, bahwa dia seorang pemaaf. Karena menggunakan kata ‘kalau seandainya bisa’. Nampak bahwa dia tidak ingin “memaksakan” keinginannya.<br />
	Kami berusaha untuk memenuhi apa yang tertulis dalam surat itu, Sebagian besar insya Allah dapat dipenuhi. Namun tidak semuanya dapat terpenuhi. Karena surat itu ditemukan di malam hari, sudah sekian jam dari peristiwa itu terjadi, maka keinginan untuk mendonorkan organtubuh sudah tidak bisa dilakukan (terdiam). Seorang kerabat mengatakan bahwa organ mata masih dapat didonorkan meski telah berjam-jam kemudian. Namun ternyata kami kesulitan untuk memenuhi syarat ‘harus seorang yang beriman lagi taat.’ Kami khawatir syarat itu tidak terpenuhi, maka kami akhirnya memutuskan tidak melakukan pula hal itu,<br />
	Saya terharu sekali dia berpesan pada adik dan kakaknya untuk menyayangi saya. Memang sehari-harinya dia sangat sayang pada saya. Segala sesuatunya untuk ibunya (menangis). Ibaratnya tidak apa-apa dia susah, asalkan ibunya bahagia (menangis). Dia kelihatannya ingin sekali berbakti sama ibunya (menangis). Sampai mengejar privat diberbagai tempat, dan seluruh pendapatannya diberikan kepada saya. Kalau saya menolak dan mengatakan uang itu dipakai saja untuk ongkosnya sehari-hari, dia tidak mau. Dia bilang ingin memberikan uang itu pada saya. Karena tidak tega untuk menolaknya, maka saya terima. Dan tiap hari tetap saya berikan uang untuk transportnya. Begitu inginnya ida memberikan ibunya uang, meski dia sendiri tidak punya uang untuk transport.<br />
	Beberapa hari sebelum kejadian itu, di malam Minggu (10 Mei 2008), Meila bilang pada saya, “Ma, maafin Meila ya, Meila pengen ngomong …. Bulan depan mama tidak perlu lagi memberikan Meila uang jajan. Tapi Meila juga tidak bisa memberikan uang sama Mama. Tapi rejeki insyaAllah akan berkah Ma.” Setelah itu dia mencium tangan saya. Saat itu saya menduga dia sudah ada pemasukkan tambahan lainnnya, dan sudah dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Saya menangis terharu, karena anak saya mempunyai pemikiran ini meringankan orang tuanya. Saya berpikir, mungkin karena adiknya yang di pesantren akan masuk Madrasah Aliyah dan perlu biaya tambahan, maka dia berusaha mencari tambahan pemasukan. Saya berkata bahwa saya yang akan mendo’akannya (terdiam). Dia menjawab, “Iya Ma, doakan Meila ya …”. Setelah itu dia kembali meminta maaf (terdiam). Itulah kali terakhir saya berbicara lama dengannya.<br />
	Sebagai orang tua, saya merasa kepatuhan, perhatian dan rasa sayang Meila pada saya sangat istimewa. Kalau saya lelah, Meila langsung mengambilkan minum dan memijat kaki. Kalau saya belum makan, dia bahkan menawarkan untuk menyuapi saya makan (terdiam). Dia terus membujuk sampai saya mau makan, karena kalau sudah lelah, saya kadang lupa untuk makan. Karena tidak ingin dia kecewa, kadang saya yang mau disusupi, dan setelah itu giliran saya yang menyuapi dia makan (terdiam).<br />
	Meila juga senang sekali mengerjakan pekerjaan di rumah. Memasak, membersihkan rumah, merapihkan taman, sampai membersihkan selokan depan rumah. Beberapa hari sebelum kepergiannya, dia masih membersihkan selokan (terdiam). Meski capek sepulang kuliah, tapi kalau akan mencuci baju, dia selalu mencucikan baju-baju lainnya yang ada di ember. Meski sebenarnya adik dan kakaknya mencuci sendiri baju masing-masing, tapi kalau Meila akan mencuci, maka baju siapa pun akan dia cucikan. Kalau saya katakan jangan dicucikan semua, dia cuman bilang, tidak apa-apa Ma, kan sekalian mencuci baju Meila.<br />
	Ternyata kebaikannya juga dirasakan oleh lingkungannya. Sungguh saya tidak menduga, saat membawa jenazah Meila pulang, sejak di ujung jalan, orang-orang sudah penuh sesak (terdiam). Semua menangisi kepergian dia. Saya sangat terharu (terdiam). Di rumah, tamu-tamu yang bertakziah, teman-teman kuliahnya, teman-teman sekolahnya, teman sesama penggiat dakwah, guru-gurunya, berdatangan terus, hingga rumah dan jalan penuh sesak. Kata kerabat saya yang datang hingga ribuan (terdiam). Guru-gurunya juga meminta dengan sangat untuk ikut memandikan jenazah. Saat itulah saya mengetahui, betapa banyak yang menyayangi dia (terdiam, suara bergetar).<br />
	Ternyata  bukan di rumah saja Meila bersikap sangat baik pada saya dan keluarga, dan bersemangat kalo untuk persoalan dakwah di lingkungan, tapi juga di kampus dan tempat-tempat lain. Selain mengajar privat ilmu alam, dia juga memberikan les privat agama. Seorang dosennya bercerita pada saya, sehari sebelum kecelakaan itu, Meila mengajak teman-temannya berkumpul dan menasehati mereka. Saya ingat saya pernah menanyakan mengapa dia aktif sekali di LDK. Saya khawatir ia terlalu lelah dan jatuh sakit. Namun Meila menjawabnya di kampusnya, meski berpredikat universitas islam, namun suasananya tidak jauh berbeda dengan kampus lainnya dalam hal keagamaannya. Hingga dakwah dikampus sangat diperlukan. Dan kalau tidak mengajak berdakwah, bagaimana nanti tanggung jawab di akhirat ?<br />
	Beberapa hari setelah kepergiannya, saya menemukan buku hariannya. Di dalamnya saya membaca janji yang ia buat tiga tahun yang lalu. (Di buku itu tertulis, Bissmillahhirohmaanirrohim. 1. Mengajak untuk mengingat Allah swt. 2. Mengajak untuk mengingat dosa-dosa. 3. Mengajak (untuk menyayangi) orang tua. 4. Mensyukuri nikmat-nikmat Allah 5. Taubat.  Dear diary, tahu nngak ini adalah salah stu konsep yang aku buat pada malam Minggu kemarin, 30 April ’05 untuk muhasabah. Uh…uh…bagaimana ya …aku juga sebenarnya takut karena aku sendiri aja takut nggak bisa menjalankan apa yang aku sudah katakan. Tapi kita tiidak boleh menghakimi diri kita “”tidak bisa”karena pada dasarnya manusia itu bisa melakukan apa saja. Mudah-mudahan akun bisa menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah di dalam kehidupanku sehari-hari. Amien ya…rabbal…alamin…Maka dari itu aku bernama Rofiqo Meila Sari, asyhaduallaailaahaillah wa syhaduanna muhammadarrasulullah, aku berjanji :1.Taat pada Allah dan Rasul-Nya. 2.Taat pada orang tua dan guru. 3. Rajin belajar dan giat beramal. 4 Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia. 5.Akan selalu menjalankan janji ini. Amien ya Rabbal alamin. Mudah-mudahan Meila bisa menggapai cita-cita Meila, dan dapat membahagiakan orang-orang di sekitarku. Allahu Akbar:Jakarta 2-Mei-2005”).<br />
	Sepertinya, memang di sekitar waktu itulah terasa Meila menjadi semakin baik. Kemungkinan dia harus melakukan apa yang dia tekadkan. Dalam akhlak sehari-harinya hal itu kemudian sangat nampak. Taqorubnya pada Allah juga sangat mengikat. Kalau sebelumnya dia beribadah belum serajin itu, saya merasa di sekitar waktu itulah dia melakukan perubahan mendalam (terdiam).<br />
	Di buku harian itu dia juga menuliskan bahwa dia tidak mau berpacaran. Dia inginnya ta’aruf yang dibenarkan agama. Namun sejak sekitar bulan April, Meila beberapa kali mengatakan pada tantenya bahwa ia ingin menikah di bulan Mei. Pada murid-muridnya yang sering menanyakan kapan dia akan menikah, Meila juga menjawab insyaAllah di bulan Mei. Pada teman-temannya dia juga mengatakan seperti itu. Ternyata di bulan Mei, yang terjadi adalah kepergian (terdiam). Namun apa rahasia dibalik itu, hanya Allah yang Maha Tahu.<br />
	Mengingat kepargian Meila, saya juga teringat bagaimana ayahnya berpulang enam tahun lalu. Sekitar 40 hari sebelum wafat, ayahnya mengatakan pada saya, bahwa dia berharap akan wafar saat sedanga shalat atau saat membaca Al-Qur’an. Dia juga mengatakan ingin dimakamkan di mana. Dan juga berpesan berbagai hal pada saya selaku isterinya. Namun saat itu saya tidak menduga bahwa sekitar 40 hari setelah itu dia ternyata berpulang.<br />
	Ramadhan terakhir dalam hidupnya, ayah Meila mengabdi sebulan penuh di mushala. Di hari Jum’at sehari sebelum wafat, bersama saya dia menjenguk akan kami yang di pesantren. Esoknya, saat shalat shubuh di mushala, dia berujar pada temannya untuk menggantikannya menjadi imam. Temannya menolak dan mengatakan merasa malu menjadii iman (karena ada orang lain yang dirasa lebih mampui). Namun suami memaksa dan mengatakan, kamu harus jadi imam, supaya ada yang menggantikan kalau saya tidak ada. Akhirnya temannya itu mau menjadi imam. Saat rakaat pertama shalat shubuh itu, ketika tiba pada ayat waladhaalin, dan makmun mengucapkan amin, suami saya jatuh tersungkur. Ia meninggal saat itu juga. Tanpa sakit apapun sebelumnya. Saya Kaget sekali. Dan sangat sedih. Namun saya menyimpan keharuan dan harapan, semoga kepergian yang seperti itu, insya Allah dia mencapai khusnul khatimah.<br />
	Harapan yang sama kini saya do’akan untuk Meila anak saya (terdiam). Saya juga berharap, nasehat-nasehatnya dapat saya amalkan. Ketika saya merasa beban hidup demikian berat, ketika merasa berbuat baik namun mendapat tanggapan yang kurang baik dari orang lain, Meila biasanya bilang pada saya bahwa Allah memberikan cobaan untuk orang kuat. Kalau orang yang tidak kuat, tidak akan diberikan cobaan seperti itu. Dia bilang, “Insya Allah Mama kuat. ” Kata-kata itu selalu terngiang di hati saya. Membuat saya tergugah bahwa Allah memberikan cobaan pada saya, karena insya Allah saya kuat. Meski kesedihan datang, namun selalu timbul kekuatan di balik itu, kalau semuanya dikembalikan pada Allah.<br />
	Sekitar satu minggu sebelum kepergian Meila, entah mengapa saya merasa sedih dan gelisah. Saat itu Meila menanyakan, “Mama ada apa, Kok Mamah sedih. Mama yang sabar ya Ma, orang sabar disayang Allah…. Nanti mamah akan merasakan manisnya kesabaran….”<br />
	Mudah-mudahan Allah mengaruniakan jannah untuk Meila. Dan dia dapat menjadi contoh, untuk membawa keluarga mengikuti jejaknya. Bahwa Meila yang masih muda mau berusaha seperti itu, mengapa kita tidak.</p>
<p>Seperti dituturkan Azizah, Ibunda almarhumah Meila,<br />
diRumahnya di Pondok Pinang, Ciputat Raya. (majalah_tarbawi)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=320&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/08/26/the-wisdom-of-womenazizah-ibunda-meila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hendranuraulia.files.wordpress.com/2009/08/kado-ramadhan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kado ramadhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seonggok mayat terkapar tak bernyawa lagi</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/08/26/seonggok-mayat-terkapar-tak-bernyawa-lagi/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/08/26/seonggok-mayat-terkapar-tak-bernyawa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Seonggok mayat terkapar tak bernyawa lagi, tinggi tubuhnya yang lebih dari 180cm membaringkan dirinya di tempat tidurnya. Di malam itu, semua orang disekitarnya tak ubahnya seperti patung-patung yang berdiri tegak di kuil layaknya di tempat peribadatan umat hindu. ‘Sabda’, Itulah nama yang diberikan orangtuanya diwaktu kecil. Hanya satu kata ‘donthavelastname’. Ia memiliki 4 orang anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=316&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<img src="http://hendranuraulia.files.wordpress.com/2009/08/corner.png?w=136&#038;h=90" alt="corner" title="corner" class="alignleft size-full wp-image-317" width="136" height="90">Seonggok mayat terkapar tak bernyawa lagi, tinggi tubuhnya yang lebih dari 180cm membaringkan dirinya di tempat tidurnya. Di malam itu, semua orang disekitarnya tak ubahnya seperti patung-patung yang berdiri tegak di kuil layaknya di tempat peribadatan umat hindu. ‘Sabda’, Itulah nama yang diberikan orangtuanya diwaktu kecil. Hanya satu kata ‘donthavelastname’. Ia memiliki 4 orang anak dan itupun semuanya laki-laki, usianya bervariasi mulai dari 10 s/d 17 tahun. Pekerjaannya sungguh mulia, yaitu sebagai pemungut sampah, memungut sampah diperumahan tapi kadang juga disepanjang jalan. Tidak mencuri atau mengambil yang bukan haknya adalah prinsip hidup yang ia pegang sampai akhir hayatnya untuk pekerjaannya ini. Selain pekerjaan utamanya, sebagai tambahan penghasilannya terkadang ia membantu keluarga saya tatkala membutuhkan tenaganya untuk mengangkut barang-barang daur ulang untuk dijual ke pabrik. Kepribadaiannya sangat bersahaja, ia sering becanda, kami sering memanggilnya dengan sebutan pak jangkung karena ukuran tubuhnya paling tinggi dibandingkan semua warga yang ada dilingkungan ‘komplek pemulung’.<br />
<span id="more-316"></span>Masa mudanya memang memiliki catatan yang buram, itu sebelum ia menjadi pemulung. Di tempatnya daerah haurgeulis (indramayu) ia menjadi jagoan yang kerjaannya kalo boleh dibilang ‘sampah masyarakat’, membuat gaduh lingkungan saja ; mabuk, madol, nyimeng dan segala perbuatan tercela lainnya. Setelah usia semakin bertambah dan kekuatannya pun semakin melemah, profesinya tidak lagi jadi jagoan kampung. Ia malang melintang mengembara mencari kehidupannya yang baru, salah satu tempat persinggahannya adalah jakarta.<br />
Sebelum pergi jakarta, ia menikah dengan seorang janda yang  mungkin bisa dibilang sama-sama dari keluarga yang tidak mampu…<br />
Singkat cerita,  dijakarta  itulah kami bertemu dengan keluarga pak sabda dalam lingkungan yang kami katakan mungkin sangat tidak layak bagi anda (komplek pemulung,wilayah yang bapak sewa dan  cukup untuk 30KK pemulung).<br />
Namun, bagi kami tempat seperti itu saja sudah bisa dikatakan surga dunia, mengapa? Karena kami tahu bahwa walaupun kami tinggal di gubuk triplek tidak berubin tapi kami merasakan bahwa tinggal disini lebih tenang, merasakan hidup dengan kaum dhuafa, juga  uang yang kami hasilkan insyaAllah halal. Dilingkungan ini hanya ada 1 mushola dan itu adalah musholla al-ikhlas. Mushola inilah yang biasa kami gunakan untuk kegiatan sholat berjamaah, pengajian anak-anak pemulung dan ta’lim pemulung. Disamping kegiatan tersebut, terkadang di pinjamkan juga sebagai tempat pembagian baksos yang sering diadakan saudara kami dari PKS Pemancingan.<br />
 Mulai dari tempat inilah pak sabda dan keluarga mulai belajar tentang islam. Pak sabda dan isteri rutin mengikuti ta’lim dan anak-anaknya pun ikut pengajian anak-anak yang kami (saya dan adik) bina, Alhamdulillah.<br />
Ada hal yang menarik menurut saya. Sungguh sangat luarbiasa, seorang Pak Sabda yang bekerja sebagai pemulung saja masih kuat menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan.<br />
Pernah suatu hari, saya bertanya, pak sabda kok bisa kuat puasa padahal kerjaannya berat banget, kok bisa sih? Sambil tersenyum ia menjawab : ndra, sungguh lebih berat siksa di neraka nantinya bagi yg tidak berpuasa dibandingkan rasa dahaga dan lelah saat saya berpuasa , pokoknya intinya niat ndra. Ehm …. Iya, ya ya ya, betul pak sabda.<br />
Sungguh banyak kenangan suka maupun duka yang pernah terjadi antara keluarga kami dan keluarga Pak Sabda. Terimakasih pak sabda, kami sungguh belajar banyak dari bapak ….. selamat jalan pak …<br />
Innalillahi wainna ilayhi ra’jiun … Sesungguhnya kepadaNya lah tempat kita kembali.<br />
Semoga amal sholeh yang telah dilakukan menjadi pemberat timbangan di yaumul hisab nanti.<br />
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1187]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs.Luqman : 34)<br />
[1187]. Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha</p>
<p>4 Ramadhan 1430H<br />
-hendranuraulia.wordpress.com-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=316&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/08/26/seonggok-mayat-terkapar-tak-bernyawa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hendranuraulia.files.wordpress.com/2009/08/corner.png" medium="image">
			<media:title type="html">corner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada aja pernak-pernik yang tak terduga, tapi whatever lah, keep dalam perdjoeangan &#8230;</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/22/ada-aja-pernak-pernik-yang-tak-terduga-tapi-whatever-lah-keep-dalam-perdjoeangan/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/22/ada-aja-pernak-pernik-yang-tak-terduga-tapi-whatever-lah-keep-dalam-perdjoeangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 09:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum wr.wb, Ikhwah sekalian, ku do&#8217;akan selalu semoga antum semua dalam keadaan seperti layaknya permintaan kita dalam setiap hari ketika melafadzkan do&#8217;a &#8220;allahumma a&#8217;fini fii badani, allahumma a&#8217;finii fii sam&#8217;i, allahumma a&#8217;finii fii bashari laa ilaaha illa anta&#8221;. Boleh ya &#8230;. saya sekedar ingin sharing pengalaman pada suatu hari yang menurutku berkesan lho, hehehe&#8230; Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=277&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum wr.wb,</p>
<p>Ikhwah sekalian, ku do&#8217;akan selalu semoga antum semua dalam keadaan seperti layaknya permintaan kita dalam setiap hari ketika melafadzkan do&#8217;a &#8220;allahumma a&#8217;fini fii badani, allahumma a&#8217;finii fii sam&#8217;i, allahumma a&#8217;finii fii bashari laa ilaaha illa anta&#8221;.</p>
<p>Boleh ya &#8230;. saya sekedar ingin sharing pengalaman pada suatu hari yang menurutku berkesan lho, hehehe&#8230;<br />
Pada hari itu alhamdulillah cuaca sangat cerah, aktifitas  dimulai dengan bangun pagi dan sholat shubuh berjamaah di masjid. Kemudian, dijadwalkan pada hari itu saya direncanakan ikut dalam sebuah kegiatan dakwah yang diselenggarakan oleh lembaga keislaman. Berdasarkan undangannya, acaranya akan dimulai pada jam 8 namun nyatanya mulai jam 9, hehehe &#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Seperti hari-hari biasanya  semua aktifitas amalan yaumiyyah ku selesaikan dirange waktu setelah sholat shubuh sampe jam 6pg : tilawah, al-matsurat dan tentunya mandi pagi biar segerrr.</p>
<p><span id="more-277"></span>Prak prik prek &#8230;. akhirnya saya berangkat menuju kantor dulu sambil bawa tas berisi laptop, maksudnya sih supaya nanti langsung ke kantor setelah dari acara itu, selain itu&#8230;  bisa ngenet dan update berita dulu &#8230; hehehe.<br />
Setalah sampe dikantor, eh ternyata udah ada mobil yg siap berangkat ke bandung, aku tanya pada salah seorang yang ada di kerumunan orang yang berada di dekat mobil itu&#8230; mas, kalian mau pada kemana? jawab si mas &#8230;. eh-eh mas hendra ampe lupa ya &#8230; kan pak endin anaknya mau khitanan, anwer by hendra : oh iya, kok ampe lupa.<br />
Setelah ingat itu, saya bergegas naruh tas ke meja di lt2 kemudian langsung turun dan ngobrol dikit sama mereka, saya bilang saya ndak bisa ikut karena ada acara dan saya cuman bisa nitip amplop aja ya &#8230;. dengan agak tergesa-gesa saya ke atm mandiri, ambil duit + beli amplop &#8230; aduh syukur sekali duitnya pas banget &#8230; 20rb trus saya beli amplop 500 perak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  di toko terdekat. bla bla bla &#8230; akhirnya saya sampe lagi di kantor dan memberikan amplop itu ke mereka. &#8230; lega deh rasanya.<br />
Teng Tong Teng &#8230; aduh ternyata udah 7 lebih &#8230; aduh gimana nih<br />
kantong kempes lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  &#8230; acara mulai jam 8 tenk. Trus juga duit di atm mandiri abis, padahal kalo di atm mandiri bisa ngambil uangnya 20rb-an kan buat naik angkot kembaliannya relatif mudah dibanding kalo pake duit 50rb-an &#8230;</p>
<p>Bla bla bla &#8230;.  akhirnya kuputuskan ambil di atm bca depan kantor  ah &#8230; namun sayang sekali saudara-saudara &#8230;. ternyata setelah di atm bca, ternyata tutup &amp; tidak bisa digunakan untuk sementara &#8230;. waduh repot deh &#8230; akhirnya, cari atm bca lagi nih &#8230;bla bla bla,  alhamdulilah akhirnya dapet juga setelah menempuh sekitar 2km dengan jalan kaki &#8230;mulai deh keringetan, sampe-sampe baju udah agak basah dan bau minyak wangi berubah jadi bau keringet <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Proses tarik duit di atm bca &#8230;.. ku masukkan kartunya tekan pin-nya &#8212; proses&#8212;- dan ambil deh uangnya 50rb . Inget waktu lagi, waktu sudah menunjuk pukul 7.50, saya berpikir sejenak &#8230; waduh gimana ya bagusnya naik angkutan ato naik bajaj ya? bingung sebentar. Naik angkutan maupun naik bajaj kemungkinan kembaliannya susah&#8230; jadi enggak ya berangkatnya, berpikir sejanak dan menengkan diri untuk tetap semangat sambil ngomong pada diri sendiri ayo berangkat. Akhirnya saya putuskan balik ke kos-an yg jaraknya kurang lebih 3KM dengan jalan kaki, karena disekitar itu ada mini market yg kemungkian besar ada kembalian uangnya kalo kita beli sesuatu, karena sebelumnya saya udah nanya ke beberapa warung untuk nukerin uang 50rb itu tapi gak ada yg memberi, mungkin karena masih pagi kali ya&#8230;</p>
<p>uang receh sudah kudapat, saatnya menuju tempat pangkalan angkutan menuju yg menuju ke tempat acara. jalan kaki lagi deh, lumayan sih cuman 1.5 KM &#8230; btw, dari tadi kenapa gak naik ojek/ taksi ya &#8230; maklum ngirit ongkos &#8230; hehehe</p>
<p>Alhamdulillah, setelah saya naik dua angkutan, kopaja dilanjutkan mikrolet &#8230;<br />
akhirnya sampai ke tempat yg terdekat dengan lokasi acara itu, tapi kira-kira dari situ harus jalan kaki sekitar 2km &#8230; waduh cape sekali&#8230;<br />
udah gitu saya masih bingung lokasi pasti tempat acara itu. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hmmm, berfikir lagi .. ehmmm akhirnya ada yg lewat juga orang yg pake motor kayaknya mau ke acara itu deh &#8230;. akhirnya saya ikuti dan alhamdulillah nyampe juga &#8230; seneng banget &#8230;</p>
<p>perdjoeangan dengan keringat dan perang dengan keputusasaan.</p>
<p> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ibroh : bersabarlah dan tetap tenang serta selalu berfikir jernih dalam memutuskan karena harus kita akui bahwa selain kita diciptakan dengan dikaruniai sifat keluh kesah juga kita sudah ditakdirkan untuk mengikuti skenario yang terbaik yang sudah ALLah swt berikan kepada kita.</p>
<p>wallahua&#8217;lam bishawab<br />
regards,<br />
saudaramu dijalan dakwah</p>
<p>tunggu tulisanku berikutnya<br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=277&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/22/ada-aja-pernak-pernik-yang-tak-terduga-tapi-whatever-lah-keep-dalam-perdjoeangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar merapihkan Dokumen</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/21/belajar-merapihkan-dokumen/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/21/belajar-merapihkan-dokumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 14:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum warohmatullahi wabarokatuh, Sebuah teori tentang pencerminan seorang individu yang menyamakannya dengan kondisi kerapihan terhadap keteraturan dirinya mungkin bisa menjadi sesuatu yang benar (menurut saya). Ada yang mengatakan jika seseorang sudah pandai untuk mengatur manajemen hidupnya maka ada kemungkinan hidupnya diliputi dengan kebahagiaan, semangat perdjoeangan yang tinggi, ketenangan, dan tawakal yang mantap kepadaNya. Ketika ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=272&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum warohmatullahi wabarokatuh,</p>
<p>Sebuah teori tentang pencerminan seorang individu yang menyamakannya dengan kondisi kerapihan terhadap keteraturan dirinya mungkin bisa menjadi sesuatu yang benar (menurut saya).<br />
Ada yang mengatakan jika seseorang sudah pandai untuk mengatur manajemen hidupnya maka ada kemungkinan hidupnya diliputi dengan kebahagiaan, semangat perdjoeangan yang tinggi, ketenangan, dan tawakal yang mantap kepadaNya. Ketika ia berbuat sesuatu, kemudian sesuatu itu ternyata hasilnya sesuai dengan perencanaannya maka ia bersyukur dan tidak sombong, adapun ketika apa yang direncanakannya itu tidak sesuai dengan yang telah direncanakan maka ia bersabar dan mengambil hikmah atas hal itu.<br />
<span id="more-272"></span><br />
Dalam kehidupan ini, amat sangat penting jika kita mampu mengatur kehidupan kita dengan perencanaan, keteraturan dan keikhlasan untuk menjalaninya. Jika berbicara tentang satu hal diantara 3 poin itu, saya jadi teringat dengan aktifitas hari kemarin dimana saya menyadari betapa tidak teraturnya saya terhadap kerapihan penyusunan dokumen dalam storage di laptop saya, dsb.<br />
Saya mencoba mengingat kembali kisah teman saya di kampus, dia sangat teratur dalam mengorganisir dokumen-dokumen di komputernya, sehingga suatu saat ketika ia membutuhkan dokumen tertentu dengan mudahnya ia mencari dokumen tersebut dikomputernya.<br />
Belajar dari yang telah dilakukan teman saya tersebut, maka pada malam itu saya berusaha mengisi waktu untuk mengorganisir dokumen-dokumen di laptop saya dengan index yang nantinya akan mempermudah saya jika suatu saat mencarinya (ikuti cara temen melakukannya, nyotek <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), selain itu saya juga merapihkan catatan (diary) dan targetan dalam agenda amalan yaumiyyah,  Alhamdulillah walaupun untuk melakukan itu saya menghabiskan waktu kurang lebih 3-4 jam, alhamdulillah saya merasa lega, karena saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan Itu kelak insyaAllah sangat berguna dan menjadi awal untuk lebih bisa mengatur diri ini (ato dalam istilah materi tarbiyahnya disebut munazomu fii syu’unihi)</p>
<p>Wallahu’alam bishawab<br />
Tunggu tulisan saya berikutnya,<br />
Regards,<br />
Hendra Nur Aulia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=272&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/21/belajar-merapihkan-dokumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semangat mengejar ketertinggalan</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/20/semangat-mengejar-ketertinggalan/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/20/semangat-mengejar-ketertinggalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 10:27:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[assalamu&#8217;alaykum warohmatullahi wabarokatuh. Lintasan pikiran itu membersit bagaikan kilat, sekejap mata saja. pikiran itu berkali-kali memintaku untuk sejenak menfokuskannya sampai kemudian menemukan sebuah dorongan yang kuat untuk berkomitmen merealisasikannya. Waktu terus berjalan detik demi detik namun memori akan pikiran itu demikian kuat tersimpan dan mengemuka kembali untuk direnungkan bagaimana merealisasikan itu semua. Ku coba berfikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=269&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum warohmatullahi wabarokatuh.</p>
<p>Lintasan pikiran itu membersit bagaikan kilat, sekejap mata saja. pikiran itu berkali-kali memintaku untuk sejenak menfokuskannya sampai kemudian menemukan sebuah dorongan yang kuat untuk berkomitmen merealisasikannya. Waktu terus berjalan detik demi detik namun memori akan pikiran itu demikian kuat tersimpan dan mengemuka kembali untuk direnungkan bagaimana merealisasikan itu semua. Ku coba berfikir keras untuk mencari cara memulai merealisasikannya.<br />
Dalam sebuah dialog virtual antara hati dan pikiran, pikiran bertanya pada hati sebenarnya kau punya apa? kelebihan apa yang telah kau miliki? ;<br />
hati menjawab aku mampu membuat desain dengan program flash, aku mampu membuat web dengan joomla walau masih seadanya, aku mampu membuat memanfaatkan function pada ms.excel, aku mampu membaca artikel dalam waktu yang lama, aku memiliki daya hapal yang baik.<br />
kemudian pikiran berkata pada hati, coba sekarang kau tuliskan apa-apa yang kau inginkan itu dalam sebuah tulisan agar kau selalu ingat dengannya, lalu kau mulai perlahan tapi pasti untuk mempertajam kemampuan yang telah kau miliki, ingat ini Karunia ALLah SWT! jangan sombong karena kesombongan hanya akan menghancurkan seperti kayu yang terbakar menjadi debu. melainkan kau harus banyak bersyukur sehingga dengan izinNya kemampuan yang kau miliki akan semakin kau pertajam tentunya itu semua atas pertolonganNya dan kerja keras yang senantiasa dijaga pantang mengeluh &#8216;learning is never ending&#8217;.<br />
<span id="more-269"></span><br />
Dialog pikiran dan hati kemudian berakhir karena selanjutnya semua panca indera mulai memahami dan mengerti untuk dapat mewujudkan semua itu, diperlukan sebuah semangat bergerak untuk mencoba satu-per-satu, direncanakan, mencari teman untuk berbagi masalah, mencari teman untuk menjadikan peluang yang bisa menghasilkan baik finansial maupun peningkatan kompetensi. bismillah, mulai hari ini aku berjanji untuk mengoptimalkan setiap waktu yang aku miliki untuk mencapai cita-citaku dengan mengejar ketertinggalanku. semoga semangat perdjoeangan ini tetap terjaga, dan aku tak peduli apakah aku akan dapat merasakan buah kerja kerasku ato tidak.</p>
<p>Tak ada dinding yang tak retak, tak ada racun yang tak berbahaya, dan tak ada makhluk yang bernyawa yang tidak sirna.</p>
<p>Semoga kita menjadi hambaNya yang bermanfaat bagi diri dan oranglain.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum warohmatullahi wabarokatuh</p>
<p>sampai berjumpa di tulisan berikutnya</p>
<p>Regards,<br />
Hendra Nur Aulia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=269&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/06/20/semangat-mengejar-ketertinggalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malas belum tentu tidak berguna?</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/05/18/malas-belum-tentu-tidak-berguna/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/05/18/malas-belum-tentu-tidak-berguna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 04:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang males biasanya gak akan punya cita-cita. males punya karya, males punya harta, males punya isteri juga kali ya ? gak tau deh. Orang males identik dengan orang yang gak punya harapan hidup. hidupnya penuh dengan ke putus asaan, gak pernah punya semangat hidup, yang ada semangat males Oke deh, dari tadi kita cuman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=264&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang yang males biasanya gak akan punya cita-cita. males punya karya, males punya harta, males punya isteri juga kali ya ? gak tau deh.</p>
<p>Orang males identik dengan orang yang gak punya harapan hidup. hidupnya penuh dengan ke putus asaan, gak pernah punya semangat hidup, yang ada semangat males <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke deh, dari tadi kita cuman ngomong tentang orang males yang bener-bener gak punya harapan. Sekarang kita akan membicarakan orang yang merasa dirinya sebagai pemalas namun sebenarnya dia itu bukan pemalas hanya saja merasa dirinya pemalas ketika dia membandingkan terhadap orang lain dari apa yang sudah dilakukannya.<br />
Adapun orang seperti ini tidaklah dapat dikatakan sebagai orang malas. melainkan ia adalah orang yang malas untuk melihat dirinya lebih malas.</p>
<p>apakah kita bisa menjadi seperti ini?</p>
<p>sobat, ayo kita menjadi orang yang malas jika melihat dirinya lebih malas. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=264&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/05/18/malas-belum-tentu-tidak-berguna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MATERI TAHSIN SERI JENDELA HATI 1</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/27/materi-tahsin-seri-jendela-hati-1/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/27/materi-tahsin-seri-jendela-hati-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 17:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Qur&#039;an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Wara’tililQur’anatartila &#8211; “… dan bacalah al-Qur’an dengan Tartil.” Berawal dengan sebuah taujih rabbani diatas, akan terbayang bahwa al-Qur’an ini bukan sebuah bacaan biasa! Mengapa? Karena diawal membangun interaksi dengannya saja membutuhkan sebuah usaha yang lebih (ada treatment), kita tahu bahwa ini bukan bacaan biasa yang kita baca sebagai selingan pengisi waktu melainkan sebagai penggugah jiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=252&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wara’tililQur’anatartila &#8211; “… dan bacalah al-Qur’an dengan Tartil.”</p>
<p>Berawal dengan sebuah taujih rabbani diatas, akan terbayang bahwa al-Qur’an ini bukan sebuah bacaan biasa! Mengapa?  Karena  diawal membangun interaksi dengannya saja membutuhkan sebuah usaha yang lebih (ada treatment), kita tahu bahwa ini bukan bacaan biasa yang kita baca sebagai selingan pengisi waktu melainkan sebagai penggugah jiwa yang malas, pembangkit harapan yang senantiasa surut, dan bukan pula kitab yang hanya sekedar dibuka saja kemudian ditutup lagi bahkan hanya disimpan sebagai hiasan. </p>
<p>Tajwid dapat didefinisikan mengeluarkan setiap huruf sesuai dengan hak dan mustahaqnya.<br />
 &#8211; Haq huruf adalah sifat asli yang senantiasa menyertai huruf seperti al-hams, al-jahr.<br />
 &#8211; Sementara mustahaQ huruf adalah sifat tambahan yang nampak sewaktu-waktu.</p>
<p>Tahsin secara terminologi dapat didefinisikan sebagai sebuah metode  mempelajari kaidah tajwid sehingga kualitasnya semakin mendekati yang dicontohkan Rasulullah saw. Adapun, Tahsin secara etimologi artinya membaguskan.<br />
<span id="more-252"></span><br />
:: 2 Langkah awal agar terwujudkan motivasi belajar TAHSIN ::<br />
1.   1.1  Menyadari  bahwa mempelajari tajwid secara teori adalah<br />
             fardhu kifayah sedangkan membaca al-Qur’an sesuai dengan<br />
             kaidah ilmu tajwid hukumnya fardhu ‘ain.<br />
             “ … dan Bacalah al-Qur’an dengan Tartil (Qs. Al-Muzzammil :<br />
             4)”, “ Bacalah al_Qur’an dengan cara dan suara orang arab<br />
             fasih (HR. Thabrani). </p>
<p>      1.2. Menyadari bahwa mempelajari ilmu tajwid adalah menjaga<br />
             lidah dari kesalahan ketika membaca al-Qur’an.</p>
<p>      1.3. Menyadari ketidaknyamanan dalam membaca al-Qur’an jika<br />
             belum membangun komunitas orang-orang yang kuat<br />
             interaksi dengan al-Qur’an.</p>
<p>2.	Hadist keutamaan mempelajari al-Qur’an </p>
<p>            2.1. Dari Abi Musa Al Asy’ari RA., berkata, bersabda<br />
            Rasulullah SAW., : “Perumpamaan seorang mu’min yang<br />
            membaca al-Qur’an seperti buah utrujjah (limau manis),<br />
            baunya enak dan rasanyapun enak. Dan perumpamaan<br />
            seorang mu’min yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah<br />
            kurma, tidak berbau tapi rasanya manis. Dan perumpamaan<br />
            orang munafik yang membaca al-Qur’an seperti buah raihan,<br />
            baunya enak tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang<br />
            munafik yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah pare,<br />
            tidak berbau dan rasanya pahit. (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>:: Materi tajwid awal ::</p>
<p>   Isti’adzah &amp; Basmalah<br />
   a. Cara isti’adzah, basmalah, dengan awal surat :</p>
<p>	- Dipisah semua<br />
	- Disambung semua<br />
	- Menyambung istiadzah dan basmalah<br />
	- Menyambung basmalah dengan awal surah</p>
<p>   b.Tingkatan membaca al-Qur’an (dari segi kecepatan)</p>
<p>التحقيق   = sangat lambat<br />
التر تيل 	= lambat<br />
الهد ر     = cepat<br />
التد و ير  	= sedang (antara tartil dan hadr)</p>
<p>    c. Cara menyambung diantara  2 surat :</p>
<p>	- Dipisah semua<br />
	- Disambung semua<br />
	- Menyambung basmalah dengan awal surat<br />
	- Hindari menyambung akhir surat dengan basmalah tanpa<br />
                menyambung dengan surat berikutnya, sehingga ada<br />
                kesan basmalah merupakan akhir surat.</p>
<p>KESALAHAN / KEBIASAAN bersifat umum dalam membaca Al-Qur’an :</p>
<p>     1. Tidak konsisten dengan mad<br />
            Diperbaiki dengan kaidah dasar tahsin 1 :<br />
            :: Ayun suara ::<br />
            yaitu tidak kepanjangan ketika menemukan tanda-tanda<br />
                     panjang (mad).</p>
<p>     2. Tidak konsisten dengan ghunnah<br />
            Diperbaiki dengan kaidah dasar tahsin 2 :<br />
            :: Tahan suara ::<br />
            yaitu tidak tergesa-gesa ketika mengucapkan huruf-huruf<br />
	a. Bertemu Nun &amp; mim tasdid<br />
	b. Nun sukun bertemu huruf ikhfa<br />
	c. Mim sukun bertemu  ba</p>
<p>     3. 2 poin lagi for next session <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=252&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/27/materi-tahsin-seri-jendela-hati-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Topik: Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/26/topik-masya-allah-demikian-sayangnya-allah-pada-wanita/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/26/topik-masya-allah-demikian-sayangnya-allah-pada-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 05:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini: 1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki 2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.. 3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki 4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki 5. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=237&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:</p>
<p>1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki<br />
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya..<br />
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki<br />
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki<br />
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak<br />
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya<br />
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri<br />
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki</p>
<p>Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk&#8221;MEMERDEKAKAN WANITA&#8221;</p>
<p><strong>Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?</strong></p>
<p>1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat teraman dan terbaik.Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita</p>
<p>2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?<br />
<span id="more-237"></span><br />
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak</p>
<p>4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya</p>
<p>5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab-kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya,ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung-jawabterhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara<br />
lelakinya</p>
<p>6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya</p>
<p>7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata</p>
<p>Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita</p>
<p>Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan mereka (emansipasi Ala western)</p>
<p>Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumNya / peraturanNya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia</p>
<p>Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu</p>
<p>Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda)<br />
Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu..!!</p>
<p>Al-Ikhwan@yahoogroups.com :</p>
<p><em>[Al-Ikhwan] Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=237&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/26/topik-masya-allah-demikian-sayangnya-allah-pada-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maaf, Kami Beda</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/23/subject-al-ikhwan-fw-maaf-kami-beda/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/23/subject-al-ikhwan-fw-maaf-kami-beda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 16:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenalan dunks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[http://akmal. multiply. com/journal/ item/716/ Maaf_Kami_ Beda Assalaamu&#8217;alaikum wr. wb. Maaf, kami bukan partai murahan seperti itu. Sebelum jadi partai pun kami sudah aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, apalagi untuk Palestina. Jauh sebelum itu, para qiyadah kami sudah menggadai nyawa demi Palestina. Bagi kami, Al-Quds bukan di seberang lautan, melainkan sejarak uluran tangan. Memang hanya sedikit yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=230&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
<a href="http://akmal. multiply. com/journal/ item/716/ Maaf_Kami_ Beda">http://akmal. multiply. com/journal/ item/716/ Maaf_Kami_ Beda </a>
</p>
<p>Assalaamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, kami bukan partai murahan seperti itu. Sebelum jadi partai pun kami sudah aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, apalagi untuk Palestina. Jauh sebelum itu, para qiyadah kami sudah menggadai nyawa demi Palestina. Bagi kami, Al-Quds bukan di seberang lautan, melainkan sejarak uluran tangan.<br />
Memang hanya sedikit yang bisa kami lakukan, namun Allah Maha Teliti perhitungan- Nya.
</p>
<p>Maaf, seandainya yang kami lakukan tempo hari itu dianggap kampanye. Jika kampanye adalah berkumpul, hura-hura, bersorak-sorai, sambil mengenakan atribut partai, maka kami bukanlah partai yang menggantungkan diri pada hal tersebut. Kami hanyalah sekelompok hamba Allah yang sederhana dan mudah dikenali. Jangankan dengan atribut partai, tanpa atribut pun biasanya orang<br />
mudah mengenali kami.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Kata Al-Qur&#8217;an, tidak ada shibghah yang lebih kental daripada shibghah Allah. Sudah pernahkah Anda mendengar kata ini? Jika kaus putih Anda berwarna merah setelah dicelup dalam cairan pewarna merah, itulah shibghah. Iman memang letaknya di dalam hati, namun tak mungkin sepenuhnya disembunyikan. Adakalanya hati ini bangkit &#8216;izzah-nya dan meluap-luap sampai orang-orang bisa melihatnya dari sorot mata, gurat senyum, dan tangan yang terkepal.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, kami memang tak pernah mementingkan atribut. Atribut apa pun yang dipakai, orang bilang kami ini begitu mudah dikenali. Kami hanya berdoa, itulah shibghah Allah; yang lebih kentara warnanya daripada warna-warni lainnya.<br />
<span id="more-230"></span>
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Kami sadar bahwa kami hidup di tengah-tengah peradaban yang begitu mementingkan atribut. Dengan atribut pun media massa masih tidak adil terhadap umat Islam; seolah-olah umat ini tak pernah memeras keringat demi negara. Masih ada saja yang bilang, &#8220;Buat apa mengurusi Palestina, sementara negeri sendiri itelantarkan? &#8221; Sebagian diantara kami berkesimpulan bahwa inilah yang terjadi jika atribut ditanggalkan. Orang tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu) bahwa kami pun ikut menyumbang negeri ini dengan darah, keringat, dan air mata. Oleh karena itu, kami pun tak berani meremehkan atribut.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, pikiran kami tak pernah sampai ke tempat yang Anda-Anda bicarakan.<br />
Beberapa hari sebelum aksi itu, SMS bertebaran. Salah satu SMS yang kami terima berbunyi : &#8220;Kerahkan semua tenaga demi Palestina! Sumbangkan waktu, tenaga, suara dan hartamu untuk jihad! Ikutilah aksi demonstrasi mendukung Palestina, dari Bundaran HI sampai Kedubes Amerika pada 02/01/09! Kenakan atribut partai, tunjukkan bahwa kader PKS bulat suaranya mendukung saudara-saudara kita di Palestina!&#8221; Sebagian SMS yang lain nadanya lebih formil, namun kurang lebih seperti itu. Tak sekalipun terdengar seruan untuk mendulang suara dari melayangnya nyawa para syuhada di Palestina. Tak ada secuil pun usaha untuk menarik simpati masyarakat kepada PKS. Semua orang tahu siapa kami, dan semua orang tahu bagaimana sikap kami terhadap Palestina. Kami tidak pernah merasa perlu melakukan kampanye dengan cara begini.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, jika definisi &#8220;partai politik&#8221; dalam benak Anda berbeda dengan kami.<br />
Hemat kami, parpol hanyalah satu dari sekian banyak sarana yang dapat digunakan, mulai dari memberantas korupsi, menyusun regulasi, mendukung agenda pengentasan kemiskinan, sampai advokasi terhadap perjuangan rakyat Palestina. Partai kami tidak banyak duit, sehingga kami tidak bisa mendulang suara dengan cepat lewat jalur money politic. Kami tidak menjanjikan uang atau nasi bungkus kepada kader-kader kami untuk berkumpul di sekitar Bundaran HI. Mereka datang jauh-jauh dari Depok, Bogor , bahkan<br />
Cimahi dan Majalengka, murni dengan biaya sendiri. Mereka rogoh kantung sendiri untuk datang dan menunjukkan pada saudara-saudaranya di Palestina bahwa di negeri ini masih banyak yang peduli dengan nasib mereka. Mereka bahkan diinstruksikan untuk membawa bekal sendiri, meskipun alhamdulillaah sebagian besar berhasil mengkoordinir konsumsi bersama.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Inilah ikatan yang lebih kuat daripada kewarganegaraan, ikatan perjanjian, ataupun pertalian darah. Aqidah-lah yang membuat mereka mengesampingkan semua agenda pada hari itu demi membela saudara-saudaranya yang mati dibunuh dan hidup ditindas. Aqidah-lah yang membuat jarak sebentang samudera bagaikan hanya sejarak uluran tangan saja. Mereka adalah saudara-saudara<br />
kami. Orang tua mereka adalah orang tua kami, dan anak-anak mereka adalah anak-anak kami. Betapa pedih hati ini memikirkan penderitaan mereka, dan betapa menderita hati kami karena begitu sedikitnya bantuan yang bisa kami<br />
berikan.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, barangkali pikiran kami memang demikian terlena dengan korban yang terus berjatuhan di Palestina. Ketika diminta berkumpul, kami pun menjawab panggilan itu. Menggunakan atribut partai adalah refleks, karena memang kami adalah kader partai. Banyak juga kader yang tidak punya atribut partai dan datang seadanya. Tapi tak mengapa, karena memang kami tidak mementingkan atribut. Itu hanya refleks semata, sekedar untuk menunjukkan identitas. Memang pikiran kami terfokus penuh kepada Palestina, sehingga<br />
lupa pada aturan Pemilu. Pasalnya, partai kami ini memang tidak hanya sibuk menjelang Pemilu. Bagi kami, Pemilu hanyalah satu dari sekian banyak hal dalam agenda partai. Kampanye kami tidak mesti dengan bendera dan pengerahan massa , melainkan yang utama adalah dengan pemikiran dan prestasi. Semua orang tahu siapa kami.
</p>
<p>Maaf, saat itu kami memang tak pernah kepikiran tentang Pemilu. Bukan<br />
sekali ini saja kami mengerahkan sekian ribu kader untuk mendukung Palestina. Jika 7% pemilih pada tahun 2004 yang lalu memilih PKS, maka kami ingin semua orang tahu bahwa yang 7% itu semuanya mendukung Palestina. Itulah manfaat atribut bagi kami, lainnya tidak. Palestina menyita banyak sekali ruang pikiran kami, sehingga perebutan suara di Pemilu esok hari terlupakan begitu saja. Maaf jika hal ini barangkali sulit dipercaya, namun demikianlah adanya. Anda tahu siapa kami.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, kebanyakan diantara kami memang tak bisa memberikan rumah bertingkat, mobil mewah, atau sekolah keluar negeri bagi anak-anak dan istri kami. Namun kami berusaha sebisanya untuk menjaga kehangatan keluarga. Kami ikat keluarga kami, bukan hanya dengan ikatan keluarga, melainkan juga dengan aqidah. Ayah, istri, dan anak-anak, semuanya turut mendukung dakwah. Karena mendukung Palestina adalah tuntutan aqidah, maka kami tak sempat lagi memikirkan Pemilu dan segenap aturannya. Mungkin jika Anda melepaskan sejenak kacamata politik konvensional yang selalu Anda kenakan itu, Anda akan paham apa yang kami jelaskan ini.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maafkan pula jika reaksi kami berbeda dengan persangkaan orang banyak. Anda punya kekuatan hukum dan politik untuk menjebloskan para qiyadah kami ke penjara, tapi Anda takkan punya kuasa untuk memadamkan api dakwah. Anda semestinya belajar dari Mesir, Turki, atau Palestina; negeri-negeri di mana dakwah tidak pernah (dan takkan) punah. Kami bukan partai picisan yang hilang akal jika qiyadah kami dipenjara atau dibunuh sekalipun, dan qiyadah<br />
kami bukanlah aktifis kemarin sore yang terkencing-kencing ketakutan diancam dengan terali besi. Buya Hamka, Sayyid Quthb, Ahmad Yassin dan banyak mujahid lain telah mengikuti jejak Nabi Yusuf as. yang tak berhenti berkembang dari balik jeruji. Jika Allah menghendaki para ulama untuk masuk penjara, itu artinya mereka dipanggil untuk menyendiri bersama-Nya. Insya Allah ketika sudah lulus dari &#8216;madrasah penjara&#8217;, mereka telah berkembang<br />
menjadi pribadi yang jauh lebih perkasa dan jauh lebih menyeramkan di mata musuh-musuh Allah.
</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
Maaf, kami memang beda. Tapi kami meminta maaf bukan karena berbeda,<br />
melainkan karena belum berhasil membuat Anda mengerti. Semua orang tahu siapa kami. Anda pun pasti tahu. Adakalanya kami berbuat kesalahan, lupa dan lalai, namun hal itu tentunya tak sampai membuat orang lupa siapa kami ini sebenarnya. Kami takkan berhenti memperjuangkan apa yang selama ini kami perjuangkan, dan melawan apa yang selama ini kami lawan. Namun kami<br />
janji, lain kali akan lebih waspada terhadap tipu daya.
</p>
<p>wassalaamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=230&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/23/subject-al-ikhwan-fw-maaf-kami-beda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita kerja di JAST1</title>
		<link>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/23/cerita-kerja-di-jast1/</link>
		<comments>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/23/cerita-kerja-di-jast1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 15:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hendranuraulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenalan dunks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendranuraulia.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[JAST1 adalah sebuah nama perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang telekomunikasi. Sekilas ketika dibaca tulisan tersebut maka yang terpikir adalah &#8216;JUST one&#8217; (hanya satu), padahal JAST1 merupakan singkatan dari PT Jasa Telekomunikasi Utama dengan komisaris utamanya adalah seorang petinggi TELKOM perintis adanya TELKOMSEL, pak Garuda dan Dirut nya pak nanang. Berawal dari obrolan di warung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=223&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAST1 adalah sebuah nama perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang telekomunikasi. Sekilas ketika dibaca tulisan tersebut maka yang terpikir adalah &#8216;JUST one&#8217; (hanya satu), padahal JAST1 merupakan singkatan dari PT Jasa Telekomunikasi Utama dengan komisaris utamanya adalah seorang petinggi TELKOM perintis adanya TELKOMSEL, pak Garuda dan Dirut nya pak nanang.</p>
<p>Berawal dari obrolan di warung sate, saya ditawari oleh temen akrab  yang juga seangkatan di kampus STT Telkom, beliau sudah lebih dahulu masuk di JAST1, katanya &#8220;dra mau masuk gak ke JAST1&#8243;, aku sempat berpikir sejenak, terpikir wah gimana ya, saya masih harus menyelesaikan persiapan sidang skripsi tapi kayaknya gapapa deh kan udah tinggal daftar aja. Selain itu, my teacher said  &#8220;udah ambil aja, insyaAllah semuanya akan dipermudah modalnya YAKIN&#8221; cetus katanya menguatkan diriku untuk mengambil kesempatan itu.<br />
<span id="more-223"></span><br />
Proses rekruitasi pun dimulai, yups prosesnya hanya interview, memang aneh. tapi gapapa lah. Cerita interviewnya gini, hari senin, saya diantar oleh akh arki untuk bertemu langsung dengan direktur planning di JAST1, pak udi (panggilannya) yang juga pak de nya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Setelah proses tanya jawab, dari 3 orang yang diseleksi, saya dan mas afif lah yang diterima. [mode bersyukur <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ]</p>
<p>Lanjut cerita, setelah diterima, saya bekerjasama dengan team project DGT JAST1 (data gathering) lainnya (pak nono (PM), pak koesen, pak djoko, mas OQ, arki, July, mas afif) dengan lokasi kerja di Basemen Gedung Pos komplex PEMDA Jabar.</p>
<p>Pekerjaan DGT ini, sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya butuh ketelitian, ngerti dikit tentang tips di ms excel dan pengetahuan tentang jaringan transmisi backbone jawa-sumatera. Kebetuan diawal masuk, saya ikut ambil bagian untuk project DGT untuk sistem transmisi RMJ, NEC dan ZTE.</p>
<p>Awalnya ruangan kerja cukup luas, namun semenjak dibagi dua dengan koperasi P2TEL, jadinya ya gitu deh &#8220;sumprit bro&#8221; ruangan pengap kalo AC nya gak dinyalain tapi kalo dinyalain dingin banget coz jaraknya sangat dekat dengan ruang kerja. huh&#8230;.</p>
<p>Suit suit &#8230;. Alhamdulillah, akhirnya diawal januari, JAST1 punya kantor sendiri (baru bro) yang juga sekaligus jadi tempat tinggal saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8230;. Adem suasananya lho, karena ruangannya emang luas dan bangunannya tidak seperti kantor melainkan rumah, ada dapur, ruang tamu, tempat parkir dan di lantai 2 ada ruangan buat istirahat yang akhirnya jadi kamar saya&#8230;. hehehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Singkat cerita, setelah tinggal di kantor baru JAST1 di cendana no 3 ini, ternyata proyek DGT kerjasama antara TELKOM, sainsaine dan JAST1 hampir selesai &#8230;. dan kebetulan saya dalam kontrak kerja hanya dibatasi bekerja sampai proyek DGT selesai! wah gimana yah nasib saya berikutnya?</p>
<p>Walaupun begitu, saya gak sedih kok, di JAST1 saya dapet banyak banget pengalaman, saya jadi tau sistem transmisi backbone TELKOM karena pak nono, pak koesen dan pak djoko kan para petinggi TELKOM yang memang pembuat planning project untuk sistem transmisi itu sehingga sangat mengetahui betul tentang hal itu &#8230;. makasih pak atas ilmunya. untuk mas OQ makasih ya atas tips dan trik mempermudah pekerjaan juga sudah mau jadi temen becanda, buat akh arki makasih ya udah bisa masukkin saya ke JAST1, buat July makasih banget ya udah bisa kerjasama, for mas afif pokoke makasih berlipat-lipat coz udah ngasih tumpangan kendaraan dan jadi temen kerja yang sangat oke &#8230;, untuk pak sis maksih juga ya ditunggu lagi traktiran kue nya &#8230;. [mode becanda pak].</p>
<p>Semoga JAST1 menjadi perusahaan besar kedepannya. BRavo JAST1.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hendranuraulia.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hendranuraulia.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hendranuraulia.wordpress.com&amp;blog=2188958&amp;post=223&amp;subd=hendranuraulia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendranuraulia.wordpress.com/2009/02/23/cerita-kerja-di-jast1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hendranuraulia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
