Bangkitkan diri dari kemalasan

Pagi yang sangat mengecewakan kurasakan pada hari ini. Rasa malas dari bangun tidur dipagi ini menjadikan diriku tak punya motivasi untuk beribadah dan berkarya mengisi amanah kehidupan yang telah diberikanNya padaku.

Hati kucilku mengatakan ” Jangan Menyerah, Kamu ini sedikit-sedikit menyerah … ” Kemudian pikiranku melayang dan teringat dengan hafalan hadist arbain yang pernah aku hafal, yang intinya ‘wahai anak adam, walaupun engkau berbuat dosa kepadaKu seluas bumi dan setinggi langit niscaya Aku ampuni dan Aku takkan peduli dengan dosamu itu, asalkan kau tak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun. Alhamdulillah jiwaku kemudian mengatakan ayo bangkit harapanmu masih ada. Berusahalah sebelum terlambat!

Cahaya pagi mulai terlihat sedikit demi sedikit, suara pengajian anak kecil dari masjid sebelah kos juga masih terdengar, ku menggeliat sebentar dari tidurku lalu kubaca do’a bangun tidur dan kulangkahkan kakiku ke kamar mandi lalu ku basuh anggota tubuhku yang harus kubasuh sebagai syarat sahnya wudhu. Sholat shubuh kulakukan dengan sedikit penyesalan karena aku hanya dapati pahala munfarid, dan tak tau apakah ibadahku ini masih diterima? ya Rabb, ku hanya menggantungkan diri yang lemah ini kepadaMU, terimalah ibadah dan taubatku hari ini. Jadikanlah kemaksiatan ini sebagai kemaksiatan yang tak akan pernah ku ulangi lagi …

Lisanku mulai ku getarkan dengan bacaan dzikir almatsurat serta 1 juz tilawah alQur’an … indah rasanya hidup ini tatkala ku selesaikan rutinitas membaca surat cinta dari Rabbku… tenang rasanya.

Ku bergerak keluar kamar mengambil handuk untuk segera mandi, tapi sebelumnya entah mengapa tangan ini terasa ringan untuk membuangkan tong sampah bersama ke kubangan sampah besar yang ada di sebelah utara kos kami.

Advertisements