MATERI TAHSIN SERI JENDELA HATI 1

Wara’tililQur’anatartila – “… dan bacalah al-Qur’an dengan Tartil.”

Berawal dengan sebuah taujih rabbani diatas, akan terbayang bahwa al-Qur’an ini bukan sebuah bacaan biasa! Mengapa? Karena diawal membangun interaksi dengannya saja membutuhkan sebuah usaha yang lebih (ada treatment), kita tahu bahwa ini bukan bacaan biasa yang kita baca sebagai selingan pengisi waktu melainkan sebagai penggugah jiwa yang malas, pembangkit harapan yang senantiasa surut, dan bukan pula kitab yang hanya sekedar dibuka saja kemudian ditutup lagi bahkan hanya disimpan sebagai hiasan.

Tajwid dapat didefinisikan mengeluarkan setiap huruf sesuai dengan hak dan mustahaqnya.
– Haq huruf adalah sifat asli yang senantiasa menyertai huruf seperti al-hams, al-jahr.
– Sementara mustahaQ huruf adalah sifat tambahan yang nampak sewaktu-waktu.

Tahsin secara terminologi dapat didefinisikan sebagai sebuah metode mempelajari kaidah tajwid sehingga kualitasnya semakin mendekati yang dicontohkan Rasulullah saw. Adapun, Tahsin secara etimologi artinya membaguskan.

:: 2 Langkah awal agar terwujudkan motivasi belajar TAHSIN ::
1. 1.1 Menyadari bahwa mempelajari tajwid secara teori adalah
fardhu kifayah sedangkan membaca al-Qur’an sesuai dengan
kaidah ilmu tajwid hukumnya fardhu ‘ain.
“ … dan Bacalah al-Qur’an dengan Tartil (Qs. Al-Muzzammil :
4)”, “ Bacalah al_Qur’an dengan cara dan suara orang arab
fasih (HR. Thabrani).

1.2. Menyadari bahwa mempelajari ilmu tajwid adalah menjaga
lidah dari kesalahan ketika membaca al-Qur’an.

1.3. Menyadari ketidaknyamanan dalam membaca al-Qur’an jika
belum membangun komunitas orang-orang yang kuat
interaksi dengan al-Qur’an.

2. Hadist keutamaan mempelajari al-Qur’an

2.1. Dari Abi Musa Al Asy’ari RA., berkata, bersabda
Rasulullah SAW., : “Perumpamaan seorang mu’min yang
membaca al-Qur’an seperti buah utrujjah (limau manis),
baunya enak dan rasanyapun enak. Dan perumpamaan
seorang mu’min yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah
kurma, tidak berbau tapi rasanya manis. Dan perumpamaan
orang munafik yang membaca al-Qur’an seperti buah raihan,
baunya enak tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang
munafik yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah pare,
tidak berbau dan rasanya pahit. (HR. Bukhari & Muslim)

:: Materi tajwid awal ::

Isti’adzah & Basmalah
a. Cara isti’adzah, basmalah, dengan awal surat :

– Dipisah semua
– Disambung semua
– Menyambung istiadzah dan basmalah
– Menyambung basmalah dengan awal surah

b.Tingkatan membaca al-Qur’an (dari segi kecepatan)

التحقيق = sangat lambat
التر تيل = lambat
الهد ر = cepat
التد و ير = sedang (antara tartil dan hadr)

c. Cara menyambung diantara 2 surat :

– Dipisah semua
– Disambung semua
– Menyambung basmalah dengan awal surat
– Hindari menyambung akhir surat dengan basmalah tanpa
menyambung dengan surat berikutnya, sehingga ada
kesan basmalah merupakan akhir surat.

KESALAHAN / KEBIASAAN bersifat umum dalam membaca Al-Qur’an :

1. Tidak konsisten dengan mad
Diperbaiki dengan kaidah dasar tahsin 1 :
:: Ayun suara ::
yaitu tidak kepanjangan ketika menemukan tanda-tanda
panjang (mad).

2. Tidak konsisten dengan ghunnah
Diperbaiki dengan kaidah dasar tahsin 2 :
:: Tahan suara ::
yaitu tidak tergesa-gesa ketika mengucapkan huruf-huruf
a. Bertemu Nun & mim tasdid
b. Nun sukun bertemu huruf ikhfa
c. Mim sukun bertemu ba

3. 2 poin lagi for next session 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s