Semangat mengejar ketertinggalan

assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Lintasan pikiran itu membersit bagaikan kilat, sekejap mata saja. pikiran itu berkali-kali memintaku untuk sejenak menfokuskannya sampai kemudian menemukan sebuah dorongan yang kuat untuk berkomitmen merealisasikannya. Waktu terus berjalan detik demi detik namun memori akan pikiran itu demikian kuat tersimpan dan mengemuka kembali untuk direnungkan bagaimana merealisasikan itu semua. Ku coba berfikir keras untuk mencari cara memulai merealisasikannya.
Dalam sebuah dialog virtual antara hati dan pikiran, pikiran bertanya pada hati sebenarnya kau punya apa? kelebihan apa yang telah kau miliki? ;
hati menjawab aku mampu membuat desain dengan program flash, aku mampu membuat web dengan joomla walau masih seadanya, aku mampu membuat memanfaatkan function pada ms.excel, aku mampu membaca artikel dalam waktu yang lama, aku memiliki daya hapal yang baik.
kemudian pikiran berkata pada hati, coba sekarang kau tuliskan apa-apa yang kau inginkan itu dalam sebuah tulisan agar kau selalu ingat dengannya, lalu kau mulai perlahan tapi pasti untuk mempertajam kemampuan yang telah kau miliki, ingat ini Karunia ALLah SWT! jangan sombong karena kesombongan hanya akan menghancurkan seperti kayu yang terbakar menjadi debu. melainkan kau harus banyak bersyukur sehingga dengan izinNya kemampuan yang kau miliki akan semakin kau pertajam tentunya itu semua atas pertolonganNya dan kerja keras yang senantiasa dijaga pantang mengeluh ‘learning is never ending’.

Dialog pikiran dan hati kemudian berakhir karena selanjutnya semua panca indera mulai memahami dan mengerti untuk dapat mewujudkan semua itu, diperlukan sebuah semangat bergerak untuk mencoba satu-per-satu, direncanakan, mencari teman untuk berbagi masalah, mencari teman untuk menjadikan peluang yang bisa menghasilkan baik finansial maupun peningkatan kompetensi. bismillah, mulai hari ini aku berjanji untuk mengoptimalkan setiap waktu yang aku miliki untuk mencapai cita-citaku dengan mengejar ketertinggalanku. semoga semangat perdjoeangan ini tetap terjaga, dan aku tak peduli apakah aku akan dapat merasakan buah kerja kerasku ato tidak.

Tak ada dinding yang tak retak, tak ada racun yang tak berbahaya, dan tak ada makhluk yang bernyawa yang tidak sirna.

Semoga kita menjadi hambaNya yang bermanfaat bagi diri dan oranglain.

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

sampai berjumpa di tulisan berikutnya

Regards,
Hendra Nur Aulia

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s