Belajar merapihkan Dokumen

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh,

Sebuah teori tentang pencerminan seorang individu yang menyamakannya dengan kondisi kerapihan terhadap keteraturan dirinya mungkin bisa menjadi sesuatu yang benar (menurut saya).
Ada yang mengatakan jika seseorang sudah pandai untuk mengatur manajemen hidupnya maka ada kemungkinan hidupnya diliputi dengan kebahagiaan, semangat perdjoeangan yang tinggi, ketenangan, dan tawakal yang mantap kepadaNya. Ketika ia berbuat sesuatu, kemudian sesuatu itu ternyata hasilnya sesuai dengan perencanaannya maka ia bersyukur dan tidak sombong, adapun ketika apa yang direncanakannya itu tidak sesuai dengan yang telah direncanakan maka ia bersabar dan mengambil hikmah atas hal itu.

Dalam kehidupan ini, amat sangat penting jika kita mampu mengatur kehidupan kita dengan perencanaan, keteraturan dan keikhlasan untuk menjalaninya. Jika berbicara tentang satu hal diantara 3 poin itu, saya jadi teringat dengan aktifitas hari kemarin dimana saya menyadari betapa tidak teraturnya saya terhadap kerapihan penyusunan dokumen dalam storage di laptop saya, dsb.
Saya mencoba mengingat kembali kisah teman saya di kampus, dia sangat teratur dalam mengorganisir dokumen-dokumen di komputernya, sehingga suatu saat ketika ia membutuhkan dokumen tertentu dengan mudahnya ia mencari dokumen tersebut dikomputernya.
Belajar dari yang telah dilakukan teman saya tersebut, maka pada malam itu saya berusaha mengisi waktu untuk mengorganisir dokumen-dokumen di laptop saya dengan index yang nantinya akan mempermudah saya jika suatu saat mencarinya (ikuti cara temen melakukannya, nyotek 🙂 ), selain itu saya juga merapihkan catatan (diary) dan targetan dalam agenda amalan yaumiyyah, Alhamdulillah walaupun untuk melakukan itu saya menghabiskan waktu kurang lebih 3-4 jam, alhamdulillah saya merasa lega, karena saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan Itu kelak insyaAllah sangat berguna dan menjadi awal untuk lebih bisa mengatur diri ini (ato dalam istilah materi tarbiyahnya disebut munazomu fii syu’unihi)

Wallahu’alam bishawab
Tunggu tulisan saya berikutnya,
Regards,
Hendra Nur Aulia

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s