Seonggok mayat terkapar tak bernyawa lagi

cornerSeonggok mayat terkapar tak bernyawa lagi, tinggi tubuhnya yang lebih dari 180cm membaringkan dirinya di tempat tidurnya. Di malam itu, semua orang disekitarnya tak ubahnya seperti patung-patung yang berdiri tegak di kuil layaknya di tempat peribadatan umat hindu. ‘Sabda’, Itulah nama yang diberikan orangtuanya diwaktu kecil. Hanya satu kata ‘donthavelastname’. Ia memiliki 4 orang anak dan itupun semuanya laki-laki, usianya bervariasi mulai dari 10 s/d 17 tahun. Pekerjaannya sungguh mulia, yaitu sebagai pemungut sampah, memungut sampah diperumahan tapi kadang juga disepanjang jalan. Tidak mencuri atau mengambil yang bukan haknya adalah prinsip hidup yang ia pegang sampai akhir hayatnya untuk pekerjaannya ini. Selain pekerjaan utamanya, sebagai tambahan penghasilannya terkadang ia membantu keluarga saya tatkala membutuhkan tenaganya untuk mengangkut barang-barang daur ulang untuk dijual ke pabrik. Kepribadaiannya sangat bersahaja, ia sering becanda, kami sering memanggilnya dengan sebutan pak jangkung karena ukuran tubuhnya paling tinggi dibandingkan semua warga yang ada dilingkungan ‘komplek pemulung’.
Masa mudanya memang memiliki catatan yang buram, itu sebelum ia menjadi pemulung. Di tempatnya daerah haurgeulis (indramayu) ia menjadi jagoan yang kerjaannya kalo boleh dibilang ‘sampah masyarakat’, membuat gaduh lingkungan saja ; mabuk, madol, nyimeng dan segala perbuatan tercela lainnya. Setelah usia semakin bertambah dan kekuatannya pun semakin melemah, profesinya tidak lagi jadi jagoan kampung. Ia malang melintang mengembara mencari kehidupannya yang baru, salah satu tempat persinggahannya adalah jakarta.
Sebelum pergi jakarta, ia menikah dengan seorang janda yang mungkin bisa dibilang sama-sama dari keluarga yang tidak mampu…
Singkat cerita, dijakarta itulah kami bertemu dengan keluarga pak sabda dalam lingkungan yang kami katakan mungkin sangat tidak layak bagi anda (komplek pemulung,wilayah yang bapak sewa dan cukup untuk 30KK pemulung).
Namun, bagi kami tempat seperti itu saja sudah bisa dikatakan surga dunia, mengapa? Karena kami tahu bahwa walaupun kami tinggal di gubuk triplek tidak berubin tapi kami merasakan bahwa tinggal disini lebih tenang, merasakan hidup dengan kaum dhuafa, juga uang yang kami hasilkan insyaAllah halal. Dilingkungan ini hanya ada 1 mushola dan itu adalah musholla al-ikhlas. Mushola inilah yang biasa kami gunakan untuk kegiatan sholat berjamaah, pengajian anak-anak pemulung dan ta’lim pemulung. Disamping kegiatan tersebut, terkadang di pinjamkan juga sebagai tempat pembagian baksos yang sering diadakan saudara kami dari PKS Pemancingan.
Mulai dari tempat inilah pak sabda dan keluarga mulai belajar tentang islam. Pak sabda dan isteri rutin mengikuti ta’lim dan anak-anaknya pun ikut pengajian anak-anak yang kami (saya dan adik) bina, Alhamdulillah.
Ada hal yang menarik menurut saya. Sungguh sangat luarbiasa, seorang Pak Sabda yang bekerja sebagai pemulung saja masih kuat menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan.
Pernah suatu hari, saya bertanya, pak sabda kok bisa kuat puasa padahal kerjaannya berat banget, kok bisa sih? Sambil tersenyum ia menjawab : ndra, sungguh lebih berat siksa di neraka nantinya bagi yg tidak berpuasa dibandingkan rasa dahaga dan lelah saat saya berpuasa , pokoknya intinya niat ndra. Ehm …. Iya, ya ya ya, betul pak sabda.
Sungguh banyak kenangan suka maupun duka yang pernah terjadi antara keluarga kami dan keluarga Pak Sabda. Terimakasih pak sabda, kami sungguh belajar banyak dari bapak ….. selamat jalan pak …
Innalillahi wainna ilayhi ra’jiun … Sesungguhnya kepadaNya lah tempat kita kembali.
Semoga amal sholeh yang telah dilakukan menjadi pemberat timbangan di yaumul hisab nanti.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1187]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs.Luqman : 34)
[1187]. Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha

4 Ramadhan 1430H
-hendranuraulia.wordpress.com-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s